Personality Neng Lani Ligina

Kecerdasan Spiritual

Contoh Kecerdasan Spiritual dalam kehidupan pribadi

Berdasarkan Ciri-ciri orang yang memiliki Kecerdasan Spiritual seperti senang berbuat baik, tidak mudah tersinggung, memiliki prinsip yang kuat, memiliki visi dan misi hidup, jujur kreatif dan suka menolong, saya menanamkan sifat-sifat tersebut dari mulai sejak dini sampai hingga saat ini. sehingga saya memiliki kecerdasan spiritual yang cukup baik, namun masih banyak yang masih harus ditingkatkan dari kecerdasan spiritual yang saya miliki, karena masih saja banyak godaan untuk tidak berbuat baik, rasa malas dan sebagainya.

Tinggalkan komentar »

Ciri-ciri orang yang memiliki Kecerdasan Spiritual

Bagaimana sih ciri-ciri orang yang memiliki Kecerdasan Spiritual?? Berikut Penjelasannya.
Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual atau SQ memiliki ciri-ciri :
1. Senang berbuat baik
 Seseorang yang senang berbuat baik merupakan cerminan bahwa ia memiliki kecerdasan spiritual, ketika kita berbuat kebaikan akan merasa bahagia, karena sesungguhnya :

“ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK AKAN MEMPEROLEH KEBAIKAN” 
Hal ini tentunya menjadi pemicu kita untuk berbuat baik, karena saat kita berbuat baik, bukan kekurangan yang kita rasakan melainkan kebaikan itu sendiri yang berupa kebahagiaan.
2. Tidak mudah tersinggung
Yang satu ini tentunya tidak mudah untuk dilakukan, karena secara manisiawi setiap manusia memiliki hati yang tidak bisa lepas dari perasaan tersinggung, namun perlu kita sadari bahwa sikap dan perkataan orang lain kepada diri kita merupakan masukan yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik, dengan pemikiran positif ini dapat memberikan ketenangan pada diri kita bukan malah dunia kita semakin terpuruk dengan semua sikap dan perkataan orang lain.

3. Memiliki prinsip yang kuat

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan prinsip sebagai pedoman dalam bertindak dan memaknai berbagai hal. Semakin kuat prinsip seseorang semakin besar pula kita memiliki kebebasan untuk bertindak dan merupakan keyakinan berbuat dengan benar tanpa keraguan.

4. Memiliki visi dan misi hidup
Dalam menjalankan hidup ini terkadang kita dihadapkan dengan berbagai macam rintangan dan godaan, dan jangan sembarangan godaan ini bisa dalam berbagai bentuk, yang jelas berupa kesenangan sementara. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik akan memiliki kekuatan tersendiri ketika menghadapi berbagai macam godaan ini dengan visi dan misi yang jelas dalam hidupnya, bisa dikatakan dengan tujuan dan cara mencapai sesuatu yang jelas mempermudah kita mencapai hal tersebut.

Selain ciri-ciri diatas masih banyak lagi ciri lain, seperti jujur, kreatif, suka menolong, dan lain sebagainya.

Tinggalkan komentar »

Keunggulan Kecerdasan Spiritual (SQ)

Enam alasan kenapa SQ lebih penting daripada IQ dan EQ

Dari ahli psikologi Harvard University, Daniel Goleman,muncul magnum opus atau karya besar yang menggemparkan, yang mendefinisikan ulang apa arti cerdas. Judulnya adalah Emotional Intelligence (EI), kecerdasan Emosional: Mengapa EI lebih penting daripada IQ. Tanpa berpretensi reaktif, apalagi apologik, kecuali semata-mata sebagai usaha melanjutkan mata rantai dikursus keilmuan, sekarang dapat diajukan agenda selanjutnya yang sedikit lebih progresif: Kecerdasan Spiritual: Mengapa SQ Lebih Penting daripada IQ dan EQ.

Sekali lagi penting ditegaskan: Benarkah SQ jauh lebih penting daripada IQ dan EQ? Karena itu, dalam konteks ini, saya akan mengajukan enam argumen mendasar mengenai betapa kecerdasan spiritual (SQ) jauh lebih penting daripada kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Keenam argumen itu akan menyentuh segi-segi sebagai berikut:

1. Segi Parenial SQ

2. Mind-body-soul

3. Kesehatan Spiritual

4. Kedamaian Spiritual

5. Kebahagiaan Spiritual

6. Kearifan Spiritual

 

Tinggalkan komentar »

Cerdas Spiritual Beda Dengan Sikap Religius

Kecerdasan spiritual lebih sering diartikan rajin salat, rajin beribadah, rajin ke masjid, rajin ke gereja, pokoknya yang menyangkut agama. Sampai saat ini kecerdasan spiritual masih banyak dipahami secara keliru. Kecerdasan spiritual itu artinya kemampuan seseorang untuk memberi makna dalam kehidupan. Ada sebagian orang yang mengartikan kecerdasan spiritual itu sebagai kemampuan untuk tetap bahagia dalam situasi apapun tanpa tergantung kepada situasinya.

Kecerdasan spiritual itu menurut penelitian-penelitian di bidang neurology, punya tempat yang khusus di dalam otak. Ada bagian dari otak kita yang memiliki kemampuan untuk mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, misalnya untuk memahami Tuhan, memahami sifat-sifat Tuhan. Maksudnya adalah menyadari kehadiran Tuhan di sekitar kita dan untuk memberi makna dalam kehidupan. Orang yang cerdas secara spiritual di antaranya bisa dilihat ciri-cirinya adalah bisa memberi makna dalam kehidupannya.

Kecerdasan spiritual mampu memahami makna dan nilai tertinggi kehidupan. Mampu mengetahui tujuan fundamental kehidupan. SQ menjawab pertanyaan : ‘siapa saya’ ; ‘untuk apa saya dilahirkan’ ; ‘mau kemana saya’. SQ mampu mengatur diri dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Ada aliran baru di dalam psikologi yang mengetrapkan terapi yang baru terhadap orang depresi. Dahulu orang depresi diobati dengan obat anti depresi seperti prozak. Sekarang orang depresi disuruh bekerja sosial dan banyak beramal dan banyak menolong orang lain. Dengan menolong dan beramal, orang depresi bisa menemukan bahwa hidupnya bermakna. Orang depresi diajarin kecerdasan spiritual. Pelan-pelan orang mulai tahu bahwa orang yang cerdas spiritual itu bukan orang yang paling rajin salatnya, yang sering umroh , yang rajin ke geraja dan pandai memberi kotbah. Orang cerdas spiritualnya adalah orang yang senang membantu orang lain, mempunyai kemampuan empati yang tinggi, juga terhadap penderitaan orang lain, dan bisa memilih kebahagiaan dalam hidupnya.

Bahwa ciri orang yang cerdas spiritual itu bisa dilihat diantaranya adalah senang berbuat baik, senang menolong orang lain, telah menemukan tujuan hidupnya, dia merasa memikul sebuah misi yang mulia, dia merasa terhubung dengan sumber kekuatan di alam semesta, dia merasa dilihat oleh Tuhan dan punya sense of humor yang baik.

Tinggalkan komentar »

Definisi Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual atau yang biasa dikenal dengan SQ (spiritual quotient) adalah kecerdasan jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif.

Menurut Munandir (2001 : 122) kecerdasan spritual tersusun dalam dua kata yaitu “kecerdasan” dan “spiritual”. Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, terutama masalah yang menuntut kemampuan fikiran. Berbagai batasan-batasan yang dikemukakan oleh para ahli didasarkan pada teorinya masing-masing. Selanjutnya Munandir menyebutkan bahwa Intelegence dapat pula diartikan sebagai kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi-abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu, kemampuan menangani situasi-situasi baru.

Sementara itu Mimi Doe & Marsha Walch mengungkapkan bahwa spiritual adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral, dan rasa memiliki. Ia memberi arah dan arti bagi kehidupan kita tentang kepercayaan mengenai adanya kekuatan non fisik yang lebih besar dari pada kekuatan diri kita; Suatu kesadaran yang menghubungkan kita langsung dengan Tuhan, atau apa pun yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita.  Spiritual juga berarti kejiwaan, rohani, batin, mental, moral.

Jadi berdasarkan arti dari dua kata tersebut kerdasan spiritual dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kecerdasan ini terutama berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta.

Menurut Tony Buzan kecerdasan spiritual adalah yang berkaitan dengan menjadi bagian dari rancangan segala sesuatu yang lebih besar, meliputi “melihat suatu gambaran secara menyeluruh”. Sementara itu, kecerdasan spiritual menurut Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.

Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain.

Kecerdasan spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekat yang besar, menggunakannya  menuju kearifan, dan untuk mencapai  kebahagiaan yang abadi.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa definisi kecerdasan spiritual adalah kemampuan potensial setiap manusia yang menjadikan ia dapat menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

Spiritual Quotient merupakan fasilitas yang membantu seseorang untuk mengatasi persoalan dan berdamai dengan persoalannya itu.

Ciri utama dari Spiritual Quotient ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna.

Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaandan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya.

                                                       

 

Tinggalkan komentar »

Personality Dewi Sartika

Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Personality Fika

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalitic

Personality Christi Mervie

Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)

Personality Dwi Junianto

KEHIDUPAN TIDAK AKAN LEPAS DARI TANTANGAN HINGGA HARI PERHITUNGAN

Personality Yuliani Kulsum

A fine WordPress.com site

Personality Rica Faricha

Tata Nilai Perawat Care, Empathy, Altruism

Personality Evalia Rahmat Puzian

All Time Management Begins with Planning ^_^

Personality Meilinda Ulfah

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN PSYCHOANALITIC

Personality Ria Nuriana

Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)

personality latifa

berpikir positif

personality namirotu fauziah

paradigma psikologi kepribadian cognitive dan behavioristic

personalityshintafs

Time Management

Personality Dida

Paradigma Psikologi Kepribadian Psychoanalitic

Personality Siti Solihah

Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence)